Pages

Jumat, 05 Juni 2009

Ur friends, Si pencari Tuhan


“Kami percaya akan 1 Allah, Bapa Yang Maha Kuasa, Pencipta hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Sang sabda dari Allah, Terang dari terang, Hidup dari hidup. Putra Allah Yang Tunggal Yang Pertama lahir dari semua ciptaan, Dilahirkan dari Bapa, sebelum segala abad…”

Syahadat Kaesarea. Ku ucapkan kalimat panjang ini di hadapan dua pendeta sebagai saksi kembalinya aku pada agamaku, Kristen katolik, setelah sekitar 4 tahun aku hidup tak berTuhan. Dalam waktu 4 tahun, Yesus begitu pemurah. Ia bahkan tak menghukumku meski aku anggap Dia tak pernah ada.
”Yesus penuh kasih”
Itulah yang diucapkan Romo Martin setelah aku menceritakan semua kisah panjangku saat berada di dunia kampus yang membuatku jadi penyorak arena bebas Tuhan.
”Sudah fitrahnya, manusia itu berTuhan anakku.”
Fitrah? Ya, memang fitrahnya manusia mensakralkan sesuatu yang lebih kuat darinya.
Akupun pulang, setelah puas membuat pengakuan dosa pada Romo. Aku suci kembalikah? Semudah itu kah? Lalu bagaimana dengan Tuhan2 yang lain? Sepemurah Yesus kah? Yang rela disalib demi menebus dosa umatnya?

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

”Argggggghhhhhhhhhhhhhhhh...............................”

Kuinjak pedal rem, hingga roda mobil berhenti berputar. Tuhan memberkatiku. Aku selamat dari kecelakaan ini. Tuhan memang penuh kasih, tapi......
”Hey keluar dari mobil!!!”
Kulihat dalam samar, manusia-manusia mengerumuniku. Menggedor-gedor pintu mobilku. Dan aku keluar. Dan dengan sekejap mereka sperti setan yang dikirim Yesus untuk menyerangku.
”Apa ini setan, yang Kau kirim? Untuk menghukum ku selama 4 th?”
”Bukan”

Dalam hati terus bergejolak. Tak terasa, seluruh tubuh terasa di pukul palu godam. Sakit. Babak belur. Bonyok. Benjo. Dan menangis,tapi tangisku ini bukan karena menahan sakit fisik yang teramat. Karena hal lain.
Aku tersungkur. Darahku mengucur. Dan saat itulah, saat q mencoba bangun, mendongakkan kepala, terlihat seorang lelaki dengan tubuh berlumuran darah, sperti tidur di atas jalan.
”Aku menabrak orang. Atau Tuhan yg menabraknya?”
Belum tegak aku berdiri, 2 org bertubuh kekar menarik tbuhq. Menaikkanku dalam sebuah mobil, dan membawaku entah kmn. Aku masih setengah sadar, saat tiba2 aku seperti didudukkan di kursi di sebuah ruangan di kantor polisi.
”Apakah...............................................?”
”Kenapa saudara................................?”
”Bagaimana bisa................................?”
”Berapa kecepatan..........................?”

Pertanyaan itu berlalu saja, tanpa ada satu katapun yng terucap dari mulutku sbg jawabannya. Aku masih shock. Tapi bukan krn kecelakaan yg br pertama kali q alami ini.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Aku berdiri di sebuah ruangan yg semuanya serba putih. Memandang sesosok lelaki muda bertubuh kekar seperti polisi malam itu sedang terbaring tak berdaya.
”Bagaimana keadaanmu?”
”Baik”
”Untung kau seorang preman, yg tak begitu diperhatikan oleh para polisi itu.”
”Jadi, bersyukurkan kau karena tak ditahan setelah menabrakku?”
”Bersyukur? Pada siapa?”

Entah aku yang terlalu melebih2kan, atau salah memberi gambaran, tapi senyumnya begitu renyah. Meski sesama lelaki, aku terpesona.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

”Kuantar kau pulang hari ini.”
Aku memaksakan jasa pada laki2 yang kini tengah mengemasi barangnya. Tak terasa aku punya sahabat baru. Laki2 jarang bisa akrab satu sama lain, tapi tak seperti pasangan homoseksual, ini persahabatan, sisi lugu dari setiap lelaki. Ini mgkin sperti diberi sebuah anugrah. Diberi?Oleh Tuhankah?
”Tak takut mengantar preman pulang?"
”Preman juga punya perasaan.”
Rumahnya amat jauh ternyata. Tawangmangu, sekitar 1,5 jam dari Solo, domisiliku skrg.
”Pegunungan yang indah”
Gumamku dalam hati. Aku bukanlah tipe petualang seperti sahabt baruku ini, karena petualangan itu tlh kuwakilkan pada akalku. Kubebaskan ia berpetualang mencari tempat terakhir ia berlabuh dan menyandarkan segala doktrin kehidupan.
”Kita mampir masid dulu.”
Zein, namanya. Ia melongo, diam dan paham bahwa kini q tlah berkonversi.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

”Preman ternyata takut pada org tua juga ya?”
Aku menggodanya. Menggodanya yang seketika itu manggut2 ketika diutus oleh ibunya untuk mencangkul di kebun.
”Bukan takut. Tapi patuh. Taat begitu.”
Zein, tak punya rasa humor sedikitpun.
Siang semakin panas. Kami istirahat sejenak, bersandar di bawah pohon talok yang rindang.
”Dulu, aku sering memanjat pohon ini. Memetik buahnya, lalu kumakan”

Ia memulai pembicaraan. Terhenti sejenak, kemudian meneruskan lagi.
”Karena aku sgt menyukainya.”
Berhenti lagi. 1 detik, 2 deti, 3 detik...............67 detik. Dan tanpa ku minta ia lanjutkan lagi.
”Bukankah ini urusan perasaan?”
Aku mengangguk2. Kemudian, ia bertanya lagi.
”Lantas?Apa alasanmu pindah agama?”
Aku memandangnya. Nice prologue.
”Aku seorang Atheis. Dulu, 4 tahun lalu. Kemudian, q putuskan untuk memeluk agamaku lagi.”
”Kenapa?”

Tanyanya datar.
”Ibuku sakit. Aku kalut. Kemudian, aku mencoba mengumpulkan pecahan2 keyakinanku yang berserakan. Lalu, berdoa pada Yesus untuk menyembuhkannya.”
Jelasku.
”Lantas kenapa berkonversi lagi?”
Ku memandangnya sekilas. At glanced. Dan aku melanjutkan.
”Hari itu, sesaat sebelum menabrakmu, aku mengucapkan syahadat Kaesarea sebagai tanda kembalinya aku pada agamaku dihadapan 2 pendeta keluargaku.”
Aku berhenti sejenak. Mengambil nafas, melihat ke dpn dgn batas bidang imajiner. Mencoba merangkai kata dalam otak tuk ku utarakan sbg penjelasn.
”Lalu, q plg dari gereja, setelah sblumny berdoa pada Yesus agr memberiku keselamatan selama perjalanan. Tapi faktanya, aku menabrakmu. Aku berdoa, saat mobilku mendadak berhenti karena reflek q mengerem, agar tak ada yg terluka. tapi, huhhhhh......huf......kau terluka.”
Sedikit emosi q bercerita. Ku menengok ke arahnya, dan kulihat ia tersenyum sebentar. Kemudian berdiri menghadap hamparan ladang yg baru ia cangkuli. Hening tuk sejenak. Dan kembali mulutnya bergerak, pita suaranya bergetar.
”Besok, kau pulanglah.”
”Pulang? kau mengusirku?”
”Tidak. Hanya saja, di sini tdk ada jalan raya yang cukup ramai.”
”Apa maksudmu, Zein?”
”Solo. Ah banyak jalan raya yang amat ramai. Jalan di dpn RS Moewardi, Sekar Pace. Ya, kau yang lebih tahu.”

”Lalu?”
”Kau berdirilah di tengah jalan itu. atau tiba2 nyelonong ke tengh jalan. Kemudian, berdoalah pada Tuhanmu yg skrg agar kau diberi keselamatan. Minta Dia menyelamatkanmu saat akan ada truk yang menabrakmu.”

Akal dan perasaanku tak bisa menerima apa yang bru sj ia katakan. I’m insulted. Apakah dy memandang kata Tuhan dgn amat plural? Bukankah Tuhanku yg skrg juga Tuhannya? Lalu kenapa sepertinya dy menyuruhku untuk meragukan adanya Allah?
Ah, akhirnya aku pergi meninggalkannya dan kembali ke kota domisiliku skrg.
Tak habis pikir. Pencarian ini.....Ah apa bnr2 ku tlah menemukan t4 terkahir untuk pelabuhan akalku? mung..............
”Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”
Sebuah truk besar melaju cepat dari arah berlawanan di tikungan. Seperti truk pencari tumbal. Aku banting stir ke kiri. Dan hasilnya? Aku masuk jurang. Mobilku tak berbentuk. Aku terjepit diantara kursi dan kemudi. Hawa dingin langsung menyeruak di dlm tbuhku. Penglihatanku mulai remang, tak jelas dan kemudian gelap gulita. Namun, aku mencoba berontak. Terus berusaha tuk keluar dar mobil. Apa hasilnya? nihil. Kakiku terjepit.
”Ya Allah, tolonglah hamba. bkankah kau Maha Penolong?”
Aku coba sekali lg dan gagal, 1 kali, 2 kali, 3 kali, 5 kali, aku coba dan ttp gagal. Aku diam, mengumpulkan tenaga.
”Bukankah Kau sendiri yang berjanji akan mengabulkan setiap doa hambaMu? Bukankah itu yang tertulis dalam wahyuMu?Tapi....”

Ternyata Tuhan yang aku sembah sekarang memang tidak ada. Apakah ini perkataan Zein? Kalau begitu.....
” Tuhan Yesus, Bapa di surga, tolonglah aku.”
1,2,3,4,,,10 kali, aku mencoba dan masih nihil. Gagal. Kakiku tak amu digerakkan sedikitpun, bahkan aku merasakan seperti tak punya kaki. Aku shocked. Shocked seperti kecelakaan lalu. Tapi bukan karena kecelakaan ini. Aku shocked karena 2 Tuhan tak bisa menolongku. Mungkin bnr jika aku hidup tak BerTuhan. Persetan dengan fitrah manusia yang punya naluri menuhankan.
”PERSETAAAAAAAAAAAAAAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Toh 2 Tuhanpun tak sanggup mengeluarkanku dari mobil ini. Toh aku pun tak bisa melihat keberadaan mereka di hadapanku sekarang.
”huh.....huh...huh.....”
Aku tak kuat lagi. Mataku benar2 gelap. Tubuhku, setiap selnya tak bisa aku perintah untuk bergerak. Aku.... aku......
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

”Bagaimana keadaannya, Dok?”
Mataku mengeriyip. Samar2 mendengar suara yang sungguh aku kenal. Tak asing lagi bagiku. Zein.
”Dia baik2 saja. tetapi, kemungkinan besar ia tak kan bisa berjalan lagi. Tulang kakinya patah, menembus dagingnya."
Mendengarnya membuat mataku terbuka lebar.Zein, dan lelaki yang dipanggilnya Dokter itu menyadari bahwa aku telah siuman dan mndengar perbincangan mereka. Tanpa diminta, Dokter itu meninggalkan kami berdua.
”Apakah kau benar2...................?”
”Tidak. Tidak sengaja.”
”Syukurlah, Aku kira.....”
”Ketidaksengajaan yang membuatku berpikir untuk menjadi atheis lagi”

Zein, menatapku tajam. Tak terima atas ucapanku.
”Aku berdoa agar bisa selmat dari kecelakaan maut itu. Aku berdoa agar bisa keluar dari mobilku yang ringsek. Tapi 2 Tuhan pun tak bisa menolongku.”
Kami berdua sama2 menghela nafas. Zein, memalingkan mukanya terhadapku.
”Itu karena Kau tak 100 persen percaya. Bahkan kau tak punya iman. Dan mungkin jg begitu terhadap Tuhan lamamu.”
”Lalu kau suruh aku bagaimana, Zein? Kembali lagi menyembah Tuhan yang sama sekali tak menampakkan wujudnya atau bahkan yg tak memberiku sdkit pertolongan saat itu?”
”Kau ingat saat ku bilang aku suka makan talok??”

Aku mengangguk.
”Kau ingat saat ku blg itu urusan perasaan?”
Aku mengangguk untuk kedua kalinya.
”Kau, selama ini, hanya mempertualangkan perasaanmu yang hanya mendatangkan prasangka dan kerelativan ketika menilik suatu kebenaran. Seperti rasa enak yang kurasakan ketika makan talok itu. relativ bg org lain. Itulah perasaan yang tak disertai akal.”
”Kebenaran? kebenaran yang mana Zein?”
”Yang ada sekarang. bahwa kau seorang pengecut yang tak berani keluar dari frame kotakmu itu, frame pemikiran ilmiahmu, hingga kau melangkahi otoritas Tuhan.”
”Otoritas apa?”

”Manusia adalah manusia.makhluk yg diciptakan. Dy tak bisa menyuruh Tuhannya. Seperti yang kau lakukan.”

”Lalu Tuhan yang mana yang kau minta untuk aku sembah?”
”Gunakan akal mu, yang bisa membedakanmu dari kucing jalanan.”
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Pembicaraan kami berakhir, dengan keluarnya Zein dari ruang ICU saat itu. Zein, aku tak bisa menemukanmu hingga saat ini. Andai Kau tahu bahwa aku tlah menunggu di pintu lbh dr 6 thun? Maaf kawan, aku hanya bisa meninggalkan surat ini untukmu.

To : Zein

Assalaamu’alaikum Wr.Wb
Aku, kawan. Ehmmmmmmm................................
Aku tak mungkin tak berTuhan jika yang kulihat disekelilingku semuanya adalah bukti KuasaNya. Air mengalir, Ladang yang subur, dataran pegunungan, Matahari yang tak bernah terbenam di timur, Bintang yang selalu berkedip, Bulan yang terlihat berubah bentuknya meski pada kenytaannya tdk demikian, siang dan malam, dan Kau manusia yg diciptakannya tuk jadi sahabtku. Semua ini lebih dari cukup.
Aku takkan mungkin BerTuhan pada Tuhan yang baru lahir setelah 2000 tahun bumi diciptakan, aku tak mungkin berTuhan pada Tuhan yang bahkan dalam kitab suci agama itu Dia tak pernah menyebut dirinya Tuhan yang harus disembah, Aku tak mungkin berTuhan pada Tuhan khayalan manusia. Aku tak mungkin beragama pada agama yang kebenaran kitab sucinya dipertanyakan, aku tak kan mgkin beragama pada agama yang kitab sucinya ditulis berdasarkan inspirasi Tuhan. Aku tak mungkin percaya pada agama yang menuduh nabi-nabinya adalah para pezina.
Aku tak mungkin merubah dienku yng tlah kupegang sejak 6 tahun lalu, tahun yang sama kau menghilang.


Ur friends.

Si pencari Tuhan

































NB:

N_u ,,,,, this for you... I'm waiting for you back.....





perang ideologi tak kan pernah berakhir!!!

Kamis, 04 Juni 2009

KEBENARAN ITU MUTLAK




Copysoft chatting saya dengan kawan karib saya yang sedang merantau(Doc: 20-05-09)
Cat: N_u : Kawan saya
  Sy : Saya


N_u : “Hey Honey, gimana kabarnya?”
Sy    : “Tumben ol?”
N_u : “:-)”
Sy    : “:-?”
N_u : “Sibuk apa skrg?”
Sy    : “ Nganggur”
N_u : “Gak skul?”
Sy    : “Nunggu pengumuman, lulus ato ga’!
N_u : “Pasti lulus.”
N_u : “Ga’ mgkin kwanq ini Cm berdiam diri skrg. Ngejob pa?sbuk ngpain?
Sy    : “Gak ngejob. Lg mencari sesuatu.”

        Pada waktu itu, kira2 sekitar 5 menit kemudian dy baru menjawab.
N_u : “Mencari kebenaran?”
N_u : “Ga’ berubah!”

       Padahal waktu itu saya sednag sibuk mencari pena saya yang jatuh. 

Sy    : “Apx?”
N_u : “Kamu.”
N_u : “That’s relative, honey.”
Sy    : “Apa?”
N_u : “Truth”
 
      Jujur kawan, sebnrnya saya bingung, karena percakapan kami g nyambung. Tapi karena kangen lama tak mengobrol, ya saya ikuti saja alur yang dy buat.

Sy     : “Kok?”
N_u : “Bisa mendeskripsikan gajah?”
Sy    : “Besar”
N_u : “Benar”
Sy    : “Berbelalai panjang”
N_u : “Benar”
Sy    : “Punya 4 kaki yang besar”
N_u : “Benar”

 
 Cut..................
       Terlalu banyak ciri2 yang sy sampaikan saat itu.

N_u : “All are right.”
Sy    : “Lalu?”
N_u : “Ketika org buta kau suruh mendeskripsikan gajah dengan meraba tubuhnya, mereka                      akan bilang, gajah itu panjang(karena memegang belalainya)
N_u : “Gajah itu tubuhnya keras dan berujung lancip(karena memegang gadingnya)
N_u : “Gajah itu sebesar batang pisang(karena memegang salah satu kakinya)”


Cut.............  
        Terlalu banyak yang kawan karib saya sebutkan.

N_u : “Apa mereka salah?”

       Tiba2 mag saya kambuh. Sakit dan nyeri sekali. Sy pun mta ijin padanya untuk membeli obat mag dulu. Kira2 setelah 15 menit kemudian, sy kembali.

Sy    : BUZZ
N_u : “Udah diminum obatnya? Udah makan belum td? Udah baikan? Apa wkt q suruh dulu,                  kamu udah periksa ke dokter buat ngecek parah ato tdkkah mag mu                                                  itu?.........................Cut
Sy    : “1. Udah, 2. Blm, 3. Dikit, 4. Udah n ga’ parah, ...............5-11.”
N_u : “Gmn td?”

         Kemudian sy mengcopy message nya sbelum ini.

Sy    : “Ketika org buta kau suruh.........................”
Sy    : “Buta sejak lahir atau tdk kah?”
N_u : “Bisa keduanya.”
Sy    : “Kalau buta tidak sejak lahir, maka kmungkinan besarnya dia sudah pernah melihat                        gajah.”
Sy    : “Kalau buta sejak lahir, q sebagai org yang menyuruh lah yang bodoh.”
N_u : “Kalau buta sejak lahir.........”
N_u : “Kok?”
Sy    : “Namanya aja org ga’ tahu, mau cari tau masa’ qt sesatkan. Q akui, pendapat mereka ga’              ada yang salah, tapi masih perlu pembenaran. Ibaratnya, kalau soal dalil, kita tunjukkan               dalil yang lebih kuat.”
N_u : “Hmmm....mmmmmmmm”

         Tanpa ijin, sy meniggalkan chatting beberapa saat untuk pergi ke kamar mandi.

N_u : BUZZ
N_u : BUZZ
Sy    : “Mf2, habis menunaikan hajat.”
Sy    : “Tentu tdk salah apa yang mereka katakan. Tapi, bukankah kita bisa memberikan                          pengarahan pada mereka agar mendapat suatu info yang tak sepotong2 ttg gajah?
N_u : “:-)?”
Sy    : “Bukankah jika dibiarkan saja, jadinya ada keslahpahaman ttg gajah?”
Sy    : “Kalau sdh th begini dan qt membiarkan, bukankah berarti qt yg bodoh ato bhkn kita yg                 buta?”
N_u : “Kalau qt tak menyuruh org buta itu?”
Sy    : “Sama saja. Q tak pernah menyuruhmu untuk menerapkan teori relatifitas ini terhadap                kebenaran. Tapi ketika kau menerapkannya, dan trnyata trjdi keslhpahaman, q mencoba             meluruskannya.”
N_u : “Locked”
Sy    : “Dan hal ini tak bisa dijadikan sandaran untuk mengatakn bhwa kebenaran itu relatif                      hanya karena perbedaan persepsi org, pa lg persepsi org buta. Karena bukankah semua                yang mereka katakan merupakan suatu kebenaran yang tak keluar dr konteks kebenaran            ttg gajah itu sendiri?Lalu bagian mana yg relatif?”
N_u : “tapi, bukankah tidak ada klaim kebenaran tunggal yg dpt ditarik dr pendpt mereka?”
Sy    : “memang tidak,, karena apa yg mereka utarakan msh berupa sesuatu yg salah jika                          digunakan untuk mendeskripsikan kebenaran ttg gajah itu.”
Sy    : “Sy, sbgai org yg tidak buta, ketika bertanya pada org buta ttg definisi gajah, dan mereka               menjawab dgn salah satu definisi di atas, mka ketika definisi itu digunakan unt uk                           mendeskripsikan gajah seutuhnya, maka jelas sy salahkan.Bukankah memg harus                          begitu?”

        Tidak ada jawaban sampai sekitar 7 menit an. 
N_u : BUZZ
N_u : BUZZ
N_u : “ Ada 10 orang, sedang berdiri dipinggir sungai.”
N_u : “Memakai kacamata dengan warna yang berbeda2 dan ada yg tdk berkacamata..Ada                     ungu, kuning, hijau, hitam, dkk. “
N_u : “Maka akan berbeda jawaban mereka satu sama lain, antara yang tak berkacamata,                      berkacamata merah, hijau, biru dkk.”
N_u : “Ada yang bilang warnanya keungu-unguan, kekuning2an, kehjau-hijauan,                                        kebiru2an,dkk.”
N_u : “Lalu, dari jawaban mereka, mana yang salah? Tak ada kan?”
N_u : “Karena memang mereka menggunakan kacamata dengn warna yang berbeda2. Semua                yang mereka katakan itu benar dan tidak ada yang bisa menyalahkan salh satunya.”
N_u : “Benarkan?”
Sy    : “Sebentar,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,”
Sy    : “Ya ya ya, kawan. Saya benarkan bahwa akan berbeda jawaban antara org yang bermata              telanjang, berkacamata hijau, biru merah, dkk.”
Sy    : “Tapi, sy tdk akan membenarkan jawaban mereka yang berkacamata warna warni itu.”
N_u : “??”
Sy    : “Ibaratnya, org yang berkacamata adalah org yang dengan sengaja menutupi proses                       penginderaan secara alami. Jelas sy tdk bisa membenarkan.”
Sy    : “Karena dkatakan sbuah kebenaran jika ada kesesuaian antara fakta yang kita indera                      dengan proses penginderaan kita.”
Sy    : “Jika kita mengikuti pendapat mereka yang berkacamata, jelas itu bertentangan dengan                fakta warna air sungai itu sendiri. Apakah ini disebut sbg kebenaran?”
Sy    : “Jelas tidk.”
Sy    : “Dan mengapa kita harus menggunakan kacamata untuk melihat warna air sungai, jika                   dengan mata yang tanpa kacamata saja kita bisa melihat kebenaran warna air sungai                    tanpa bisa digugat oleh pendapat mereka yang berkacamata?”
Sy    : “lalu, kenapa tidk kita tanggalkan kacamata yang malah menyesatkan kita dengan                           mengubah warna air sungai itu slma proses penginderaan?”
Sy    : “Bagaimana?”


      Tak ada jawaban selama setengah jam....Entah ini yang dinamakn debat kusir atau apalah namanya, karena tiada pihak yang mengakui kuatnya hujjah pendapat dr kawan diskusi. Tapi sy kenal kawan sy ini, tak ada istilah debat kusir baginya. Apapun yg ia lakukan saat itu, sy yakin kami sama2 memikirkan diskusi kali ini.,,,akhirnya sy yang berinisiatif pamitan terlebih dahulu, bukan karena apa2, tapi saya tak punya cukup uang tuk byr warnet kalau lebih lama lagi.



NB:
Kbnaran itu nilainya mutlak, kawan. Tdk akan pernah q benrkan implementasi teori relativitas thdp kebenaran.
N_u,,,,sampai jumpa di suatu t4 di sbuah area yang pernah menjadi angan kta bersama untuk bertemu disana......
Aku menunggumu di jalan yang kini q lalui, kawan........................


perang ideologi tak kan pernah berakhir!!!

Sabtu, 30 Mei 2009

IBU DAN ANAK


 “Oek...........oek..........oek”
Seorang bayi mungil lahir dari seorang wanita yamg kini tengah mengatur nafasnya yang tersengal. Bayi itu kecil, Mungil dan rentan. Fragile. 

 Hari demi hari dilalui sang ibu dengan diiringi tangisan sang bayi. Kadang keras, kadang sesenggukan. Bayi itu. Kini, memang hanya bisa menangis untuk meluapkan apa yang ia rasa dan inginkan. Dan perlu kepekaan yang kuat dari sang ibu.
 Minggu demi minggu dilewati snag bayi dengan menerima didikan dari ibunya. Usianya sudah memasuki 4,5 bulan. Tubuhnya mulai lincah bergerak. Ia sudah bisa duduk tanpa bantuan org lain.
 “Aa....Aa....Aa......”
 Mulutnya menganga. Jarinya menunjuk pada sebuah benda.
 “Oh,,ini namanya buku”, jelas sang ibu.
 Perlahan, sang anak membuka lembar demi selembar buku yang ada di depannya.
 “Hya....Hya....Hya...”
 Wajahnya seringai, ketika melihat gambar sebuah bangunan.
 “oh,,,,ini namanya masjid Cordova. Suatu saat, adik pasti kesana.”
 Sang ibu terus menjelaskan dengan sabar dan perlahan tentang gambar-gambar dalam buku tersebut, meski sang anak sepertinya tak menghiraukan.

 Waktu terasa agak cepat berlari. Bayi itu mulai tumbuh menjadi balita berumur 1,5 tahun. Dia sudah mahir berjalan dan mahir mengamati setiap sesuatu yang ada disekelilingnya, meskipun yang dilakukannya hanya sebatas penginderaan, tapi alat inderanya begitu tajam. Terutama indera penglihatannya. Matanya begitu awas, megamati setiap gerakan tangan ibunya yang perlahan menunjuk pada sebuah bola tenis. Dan seperti sudah instingnya sang anak mengambil bola itu dan memberikannya pada sang ibu. 
 “ Anak pintar...Ini namanya bola tenis. Dipakai dalam permainan tenis lapangan.”
 Satu per satu informasi tentang hidup ini diberikan sang ibu pada anaknya.

 Kali ini, berbeda. Waktu begitu terasa lama bagi sang ibu yang kewalahan mengurus sang anak. Saking lelahnya ia hampir menyerah mengikuti perkembangn buah hatinya yang tlah berusia 2 tahun. Sang ibu mulai kesusahan menghadapi solah tingkah nya. Mulai kelelahan mengikuti langkah2 sang anak. Lari kesana-kemari.
 “Nak ............jangaaaaaaaaaaannnnnnnn.”
 Prak! Seringkali hal ini terjadi. Sang ibu terlambat memprotect buah hatinya. Sebuah gelas kaca akhirnya pecah dibanting sang anak. Tangan si kecil terluka karena terkena serpihan kaca gelas. Sang anak menangis dengan keras.
 “oh sayang..bunda lihat tangannya. Oh tak apa-apa Cuma sedikit berdarah kok!”
 Sang anak tersu menangis dan sang ibu terus mengoceh menenangkan.
 “Lihat gelas ini, kasihan sekali. Dia pecah dibanting adik. Jadi tidak bisa dipakai. Kasihan kan, harus dibuang.”
 Seketika sang anak berhenti menangis. Dia mengamati pecahan gelas kaca itu. Dan mulai menyadari bahwa dia terluka karena kesalahannya sendiri dan menuebabkan kerugian bagi org lain.
 “Hoh....hoh....”
 Tangannya kembali menunjuk2. Kepalanya mengangguk. Terlihat ia merasa iba pada gelas yang baru saj ia pecahkan dan melupakan luka yang ada di tangannya.

 Suatu kali, saat sang anak berumur 5 tahun, ia mengikuti lomba menggambar khusus siswa TK. Didampingi sang ibu, ia bersemangat. Namun, ketika ia telah selsai menggambar, wajahnya cemberut. Kecewa akan gambarnya yang terasa tak sebagus gambar teman2nya. Kemudian sang ibu berkata:
 “Kamu kecewa dengan hasil karyamu? Belum sesuai dengan harapanmu, ya? Bagaimana jika ibu temani untuk mebuat lagi?”
  
Begitulah sang ibu terus mendampingi anaknya. Meskipun lelah, ia berusaha terus tegar. Meski terkadang kesal, sang ibu tetap mendidiknya dengan sabar.
 Suatu kali saat ia duduk di bangku kelas 5 SD, Ia menangis karena menelan kekalahan sebuah perlombaan balap sepeda. Lalu sang ibu memeluknya, dan berkata:
“Kamu tidak marah karena kalah bukan? Kamu hanya kecewa, karena belum berhasil meraih juara. Tapi, bukankah kau masih punya kesempatan di lomba balap sepeda tahun depan?”
Sang ibu berusaha mengarahkan emosi anaknya. Sang ibu mencoba untuk memberikan penjelasan persamaan dan perbedaan macam emosi yang dirasakan anaknya.

Kini, tak terasa buah hati tercinta tlah menjadi dewasa. Gesit, pintar,, berprinsip, mandiri, mampu menganalisis setiap masalah yang ia hadapi, pun ia juga mampu menyelesaikannya.
Tak sia-sia lah segala perjuangan dan pengorbanan sang ibu ketika mendidik anaknya dari buaian hingga menjadi seperti sekarang ini.


NB:
UNTUK KAWAN2 SEPERJUANGAN: NEVER GIVE UP!
Tak usah hiraukan kata2 org yang selalu pesimis dan pragmatis. Karena suatu saat, ktika Allah menghendaki, pastilah kita berhasil mendidik umat ini.Amin


perang ideologi tak kan pernah berakhir!!!

Senin, 25 Mei 2009

perang ideologi tak kan pernah berakhir!!!

LET'S FIGHT UNDER ONE FLAG,,,ISLAM!

Sabtu, 11 April 2009

YO YO

yo yo.......
revolusi semakin gencar
semangat semakin membara!!!!!

yo yo.......





eh,,,minta doanya pren,,bentar lg ujian nih!!!!!
libur dulu 2 pekan!

perang ideologi tak kan pernah berakhir!!!
Kamis, 26 Maret 2009

LELAH!!


Seperti siang2 sebelumnya, wanita tua itu telah berada di sebuah halte bus kota. Menenteng tas bawaannya yang berisi sayur mayur pasar yang tak laku dijualnya tadi pagi. Sesekali karena angin yang kencang, kerudungnya terkuak. Sesekali pun ia benahi.

Keringatnya pelan2 menetes. Menambah basah bajunya yang dari tadi di guyur keringat pasar.
Matahari tak begitu terik. remang2 siang. Peluhnya kinipun bertambah banyak karena ia terpaksa berdiri demi memberi tempat untuk seorang ibu dgn dua anaknya.
Bus terasa amat lama sekali ditunggu. hingga keringatnya dari deras semakin deras. Lelah ia berdiri. Namun, 3 detik kemudian semangat seperti biasanya tiba2 muncul.

Ibarat sebuah baterai yang baru dicharge, ia semangat menatap ke depan. Memang mungkin takdir Tuhan, bus yang ditunggu yang tak kunjung datang seperti memberi kesempatan pada matanya untuk berkeliaran. Tertangkap bayangan berjejer2 baliho berbagai ukuran,,2x3, 4x6, bahkan 6x7. Terpampang wajah2 calon wakil rakyat dari berbagai kalangan seperti sedang tersenyum ke arahnya. Wanita itu membalas senyum mereka setulus hati. namun, ia merasa tak enak pada mereka yang tak kunjung berhenti tersenyum padanya.

Ah dia hanyalah salah satu dari jutaan orang miskin di negrinya yang masih berharap akan perubahan yang dijanjikan calon wakil rakyat itu. Dengan lugu, ia pun berharap senyum bahagia para calon wakil rakyat itu suatu saat nanti akan tertular padanya ketika mereka menjabat nanti.
Tapi tiba2 senyumnya terhenti. Tak terlupakan olehnya, bagaimana perilaku orang2 yang menjabat sekarang. Yang membuat hidup di negri sendiri bagai bunuh diri. Mereka hanya beralih menjadi pembantu tingkat tinggi. Sama saja dgn PRT, hanya saja rumah tangganya rumah tangga negara, bermajikan si bangsat negara kapitalis. Mereka tak lebih tinggi statusnya dari pelayan restoran yang membawakan pesanan bagi para pembelinya. Mereka budak kapitalis berkedok agamis.
"Ah, berbaju koko berpeci, sama saja bejatnya" pikirnya dgn setengah hati.
Tiba2 geramnya mereda. Ia mencoba berpositive thinking.
"Yang menjabat sekarang ya sekarang. Yang masih calon, mgkin saja org baik."
Ia sadar fakta sekarang tak bisa menggeneralisasi.

Ia masih merasa optimis,karena melihat slogan2 yang terpampang di baliho2 itu.
" Berbuat setulus hati" ; "Jujur dan Amanah" ; "Meningkatkan ekonomi kerakyatan" ; "Calon wakil rakyat yang merakyat" ; "Bersih, peduli, dan profesional" ; "Siap mengabdi dan mengemban amanah demi kesejahteraan" ; "Bersama berjuang untuk rakyat" ; "Bekerja untuk keunggulan bangsa"
Namun, ia merasa sudah cukup tua untuk mengenali situasi sama yang terjadi menjelang pesta akbar demokrasi.
"Bukankah Pemilu yang lalu pun begitu? Bukankah senyum para calon wakil rakyat itu bersemi saat kampanye saja? Bukankah slogan2 itu juga palsu yang dikeluarkan sebagai janji palsu sbg formalitas di Pemilu palsu yang melahirkan org2 baik yang palsu yang terus mengisi pemerintahan palsu demi sebuah kedaulatan palsu? ah,,benar2 kemerdekaan bangsa ini pun juga palsu."

Ia lihat lagi berjajar baliho di depannya yang memenuhi tepi jalan raya yang dilewati ribuan kendaraan jurusan Yogya-Surabaya itu.
"Mereka akan membuat negri ini lebih baik." Move forward, mgkn begitulah istilahnya. dalam benaknya para caleg yang relatif muda itu, sekali lagi, pasti akan membawa perubahan. ...Perubahan....Perubahan......
"Perubahan" ia berteriak dalam hatinya. Ia bangga pada mereka yang begitu getol membuat masyarakat tertarik memilih mereka...demi terwujudnya tujuan mulia mereka saat mereka terpilih. Baliho2 ini salah satu buktinya. Iklan2 di TV itu pendukungnya. Mereka rela mengeluarkan uang banyak hanya agar mereka terpilih mendai org yang mewakili aspirasi rakyat. betapa semangatnya mereka, hingga promosi diri sgt mereka gencarkan. Di tempat ia tinggal, calon wakil rakyat itu tiba2 saja rela menceburkan diri ke sungai kotor untuk bersama2 warga membersihkan sampah2 yang hanyut. Ada lagi yang tiba2 rela jadi pengamen di beberapa bus yang ia tumpangi, agar mudah dikenal rakyat.
"Hebat!" pikirnya lagi. Tapi,lagi2 ia terdiam. Sisi pemikirannya yang lain ikut ambil bicara.
"Benarkah mereka ingin memperbaiki keadaan rakyat? atau mereka terkena power syndrome saja? Jika memang mereka berjuang demi rakyat setulus hati, mengapa mereka hanya melolong seperti anjing jika akan ada pesta demokrasi saja? Dimana mereka saat rakyat tercekik karena BBM dinaikkan? mengapa mereka tak mendukung aksi para mahasiswa yang berdemonstrasi menuntut BBM diturunkan? Jika begitu bukankah para mahasiswa itu yang lebih pantas menduduki posisi yang mereka perebutkan? lalu dimana mereka saat org2 di DPR sana membuat UU SDA, Air, dan listrik yang memihak pada kaum kapitalis?Lalu sekarang, mereka menjual diri lewat promosi besar2an demi menarik simpati rakyat yang tengah kelaparan. dan membuat barang2 tak berguna seperti baliho yang sama sekali tidak bisa dimakan oleh orang kelaparan sepertiku. Apakah ini yg disebut semangat perubahan? Ah picik. Ini tak ubahnya seperti eufori anak2 yang baru bisa naik sepeda."

lelah, setidaknya ia masih bersyukur karena masih bisa merasa lelah. ya lelahnya kaum pemikir......



NB:
Bukan suatu sikap pesimistis, hanya bersikap obektif terhadap fakta

Sabtu, 07 Maret 2009

KAMI MEMANG GILA


kami memang gila...

hidup kami bertolak belakang dengan kehidupan masyarakat umum

menolak kenikmatan dunia yang terbentang dihadapankan kami

lebih suka bersusah payah melawan arus

berani melawan rezim tirani yang berkuasa


kami memang tolol...menghabiskan masa muda dengan buku, pikiran dan gerakan menghabiskan waktu menentang sang durjana

menghabiskan tenaga untuk perjuangan yang dianggap sia-sia

menghabiskaN uang untuk perjuangan yang dianggap semu belaka


kami memang bodoh...

dicap sebagai teroris yang merupakan ancaman masyarakat

dicap sebagai ekstrimis penganut jaman batu

dicap militan yang sebenarnya itu yang kami mau

dicap orang gila yang punya mimpi-mimpi utopis


biarlah kami dianggap gila, totol dan bodoh

kegilaan kami karena cinta kami kepada-Nya

ketololan kami karena rindu tegak syariat-Nya

kebodohan kami karena masih belum banyak

yang kami lakukan untuk perjuangan ini

perang ideologi tak kan pernah berakhir!!!



diambil dari sebuah blog terapik(versi penulis)
sory lupa alamatnya
Rabu, 21 Januari 2009

PALESTINE OH PALESTINE


PALESTINE OH PALESTINE

I’m with you 4ever

Siapa sich hari gini yang ga’ pernah denger berita tentang palestina? Gw yakin pasti semuanya dah pada tahu. Dan dah pada tahu juga akibat kebiadaban Israel, korban meninggal rakyat palestina sudah menembus angka di atas 1500 orang (dalam waktu tidak ada 1 bulan).
Jika dihitung mulai dari hari pertama pendudukan Israel di Palestina, dalam waktu kurang dari 2 minggu, tentara Israel sudah menewaskan lebih dari 1000 orang (liputan6 pagi, 13-01-2009)
Ga’ sengaja sich seminggu yang lalu gw yang biasanya molor lagi abis shubuh karena kecapekan tidur, tiba2 saja ga’ pingin tidur lagi, tapi menghidupkan televise. Pas banget. Kalau kata Andrea Hirata ‘ga ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini ‘ karena gw lihat liputan langsung wartawan SCTV yang berada di daerah Rafah, perbatasan mesir dan Palestina. Sang Reporter melaporkan kejadian bahwasanya pasukan Israel terus menjatuhkan bom di daerah dekat perbatasan. Dalam tayangan itu terlihat bom dijatuhkan beberapa kali di daerah yang berdekatan, bahkan di dekat masjid. Selisih antara bom satu dengan yang lain hanya 2 menit-an. Si reporter menyatakan, hanya dalam waktu 10 menit saja sudah ada 4 bom yang diledakkan Israel di tempat2 yang disana terlihat adanya orang yang melakukan gerakan(orang hidup maksudnya). Apa coba kalo bukan kata “BIADAB” yang pas buat Israel?
Yang paling mengenaskan dari tayangan itu adalah, tentara Mesir yang hanya berjarak 10-20 meter saja dari tempat kejadian hanya melihat…HANYA MELIHAT SAJA! DO NOTHING!

LATAR BELAKANG PENDUDUKAN ISRAEL ATAS PALESTINA
Tulisan ini Cuma buat kalian2 yang bener2 pingin tahu akar masalahnya dan bagaimana solusinya. Cz what? Tulisan gw panjang banget bro…………
Masalah palestina muncul sejak tahun 1916 M, ketika wilayah turki Utsmani dibagi2 di antara Negara eropa, khususnya antara Negara Perancis dan Inggris. Pada tahun itu menlu ke2 negara yaitu Sykes n Picot menyepakati perjanjian pembagian wilayah Timur-Tengah(perjanjian Sykes-Picot) Palestina mereka jadikan sebagai wilayah internasional yang bebas dari intrik kedua Negara. Nah dari sinilah mereka mangupayakan penyerahan Palestina kepada yahudi.
The second stage, di adakan perjanjian Balfour, yang menyepakati penyerahan palestina ke Yahudi. Dimana perancis dan inggris memebrikan bantuan harta dan senjata pada Yahudi.
Saat pemerintahan kalifah Utsmaniyah, Abdul hamid orang2 yahudi dibantu oleh negara2 kafir berusaha keras mewujudkan pemukiman mereka di Palestina. Hertzl, pemimpin senior mereka pada tahun 1901 menyuap bendahara khilafah dengan maksud untuk mendapat tanah Palestina sebagai pemukiman Yahudi.
Namun, sang Khalifah, Abdul Hamid, menolak tawarannya dengan mengatakan kalimat yang sampai saat ini jadi semangat juang gw,,:
“ sampaikanlah oleh kalian peringatan kepada Dr. Hertzl agar dia tidak mencoba-coba untuk mengambil langkah2 baru apapun dalam persoalan ini, sungguh aku tidak bias melepaskan bumi Palestina walau hanya sejengkal. Bumi ini bukanlah milikku, melainkan milik umat islam. Bangsaku telah berjihad dalam mempertahankannya dan telah menyiraminya dengan darah2 mereka. Lalu yahudi memintanya untuk orang2 mereka. Dan jika Negara khilafah suatu hari hancur, maka sungguh pada saat itu mereka akan dapat mengambil Palestina dengan Cuma2. Namun selama aku masih hidup, tertancapnya pisau bedah di tubuhku lebih ringan bagikudaripada menyaksikan Palestina terlepas dari Negara khilafah, dan hal itu tak kan pernah terjadi. Sungguh aku tidak setuju untuk mencabik2 tubuh kita sendiri, padahal kita masih hidup.”

Pada saat Khilafah berhasil dihancurkan, seiring dengan PD I, muncul organisasi internasional Liga Bangsa2 (LBB) yang menjadi cikal bakal PBB yang kemunculannya mempermudah penyerahan daerah Palestina pada yahudi. Melalui resolusi yang dikeluarkan Majelis Umum nomor 181,29-10-1947, PBB membagi 2 wilayah Palestina. Dimana sebagian besar wilayah Palestina diserahkan pada yahud, dan yahudi mendirikan Negara Israel tahun 1948.
So, konflik ini sudah berlangsung sejak khilafah masih tegak berdiri hingga sekarang.


PENGKHIANATAN PENGUASA MUSLIM
Puing2 bangunan yang hangus bercampur kepulan asap dan genangan darah para mujahid Palestina menjadi sebuah pemandangan yang terlampau biasa. Suara tangis para orang tua yang kehilangan anaknya, dan jeritan bocah2 cilik yang merasa kesakitan karena luka ditubuh mereka akibat serangan rudal Israel laknatullah adalah lagu pilu nun sendu yang menjadi lat penghibur zionis.
Seorang balita berumur kurang dari 2 tahun yang rusak mukanya akibat terkena bom, naka2 kecil yang kehilangan kaki dan tangannya, bayi2 yang tergeletak mati disekitar reruntuhan bangunan bahkan seorang ibu yang bola matanya terlepas tapi masih mencoba bertahan untuk menggiring anaknya memasuki gedung rumah sakit. Kiranya pemandangan yang gw lihat di TV yang menurut gw mengenaskan, ga’ mampu menggugah kesadaran para penguasa muslim untuk membantu saudara2 mereka di palestina. Cerita gw sebelumnya, dimana tentara2 Mesir hanya bisa diam ketika daerah didekatnya di bom, merupakan satu fakta memilukan yang menunjukkan pengkhianatan seorang muslim terhadap muslim lainnya yang mereka anggap saudara. Penutupan pintu perbatasan wilayah yang dilakukan oleh para penguasa di negri kaum muslimin membuat saudara-saudara kita menjadi mayat hidup yang terpenjara karena tak bisa menyelamatkan diri merupakan satu bukti nyata pengkhianatan seorang muslim.
Mereka hanya bisa melakukan upaya diplomatic tanpa suatu hasil pasti yang membawa keselamatan bagi saudara mereka di Gaza. Huh, mengenaskan. Mereka hanya bisa mngecam, MENGECAM SAJA. Menurut mereka itu sudah sebuah aksi nyata. Paling baik mereka hanya sekedar berbasa-basi dengan menggelar pertemuan dengan AS & Israel sang sutradara, dalam panggung sandiwara PBB. Jika mereka, para penguasa muslim, hanya bisa diam lantas apa bedanya dengan orang2 munafik yang sejak awal kelahiran islam di Madinah bersekongkol dengan yahudi untuk mengusir Rasulullah dan kaum muslimin? QS. At taubah ayat 67.
Parahnya mereka lebih senang mencurigai dan menangkapi para aktivis dakwah di negrinya. Masyaallah. To be continued…
Rabu, 14 Januari 2009

BEREBUT IDEOLOGI,GAK JAMANNYA?


PART 1

BEREBUT IDEOLOGI,
GAK JAMANNYA?

Eitzzzzzz! Tunggu dulu. Jangan cepet ambil kesimpulan. Tahan dulu. Dengan judul di atas, bukan berarti gw menyuruh kalian untuk tidak memperjuangkan ideology kalian masing-masing. Tulisan gw ini terilhami dari tulisan akang Ridho Al-Hamdi yang judulnya sama kaya’ di atas dalam bukunya “MELAWAN ARUS”.
Bukan gw orang yang sok pinter, tapi gw cuma pingin mengkritisi tulisan tersebut. Buat gw, yang namanya ideologi(pandangan hidup/ pemikiran rasional/ fikrah dan thariqah) ga’ pernah akan mati. Meski negara pengusung ideologi tersebut telah runtuh. Yang namanya ideologi, baru akan mati jika semua orang yang mengemban ideologi tsb hijrah ke ideologi yang lain.
Contoh, meski rusia telah runtuh (diruntuhkan oleh lawan ideologisnya, kapitalis) tapi bukan berarti ideologi sosialis yang diusung mati kan? Karena ideologi tsb masih diemban dan pastinya diperjuangkan untuk tegak kembali.
Begitu pula dengan islam, meskipun ideologi islam tak lagi diusung oleh kekuatan negara, tapi ia tetap diyakini oleh para pemeluknya dan pastinya diperjuangkan dunk oleh umat islam(NB: yang sadar klo islam itu adalah dien/agama dan ideologi).
Tiap pemeluk ideologi, baik kapitalis, sosialis, atau islam, pasti memperjuangkan tegaknya ideologi yang mereka anut, agar dapat didukung oleh kekuatan negara atau agar ideologi itu tetap exist.
That’s why, pertarungan ideologi ga’ akan pernah selesai. Dalam pandangan gw, tidak ada yang bisa menyalahkan seseorang yang menyatakan kalau ideologinya lah yang paling benar, dan yang lain salah. Karena logikanya, bagaimana mungkin orang normal mw memperjuangkan sesuatu yang tidak diyakininya 100 % akan mendatangkan kebaikan sampai titik darah penghabisan? Buat loe yang ga’ yakin klo ideologi yang loe pegang bener, kenapa masih loe perjuangkan? Buat gw, ini sesuatu yang ganjil.
Karena, kebenaran itu tidaklah relatif. Contohnya begini, orang yang lihat sebuah tembok yang di cat warna hijau, kalo ditanya apa warna tembok itu, maka dy akan menjawab hijau. Ga’ mungkin dy jawab warna merah. Karena pada kenyataannya memang warnanya hijau., sesuai dengan fakta yang diinderanya. Adapun mungkin orang2 yang masih ngeyel kalo kebenaran itu relatif, dengan alasan sudut pandang orang itu berbeda, misalnya dari contoh di atas, berbeda warna yang dilihat antara orang yang bermata telanjang, dengan orang yang memakai kaca mata hijau, kuning, merah atau pink. Ya, gw membenarkan kalau jawaban antara orang yang berkacamata dan tidak itu, berbeda.Tapi gw tidak membenarkan jawaban dari orang yang memakai kacamata. Ibaratnya orang yang memakai kacamata itu adalah orang yang dengan sengaja menutupi proses penginderaan dengan sempurna. Padahal tanpa kacamata ia bisa melihat kenyataan dan kebenaran yang sebenarnya, tapi mengapa dy harus memakai kacamata untuk mengkaburkan kebenaran itu sendiri? So, buat kamu yang pingin cari kebenaran, tanggalkan kaca mata yang membuat kebenaran itu abu2. Right?
Nah balik ke awal lagi. Di awal gw bilang, tidak ada yang bisa menyalahkan orang yang menganggap ideologinya paling benar, tapi juga tidak ada yang bisa menyalahkan kalau pemeluk ideologi itu saling menjatuhkan. Toh ini memang yang disebut ideology war never ending(bener ga’ bahasa inggris gw?).
That’s why, gw jadi curiga dengan penyebaran pemahaman ”berebut ideologi dah gak jamannya” menjadi suatu bentuk perang ideologis baru. Strategi baru gitulah intinya, agar pemeluk ideologi lain tidak memperjuangkan ideologinya sampai titik darah penghabisan. Kalau mungkin orang yang meyakini kebenaran pemahaman ini ( pemahaman ”berebut ideologi, gak jamannya) dengan alasan agar tiadanya dominasi antar ideologi sehingga kehidupan ini dapat berlangsung harmonis dan selaras, maka gw pun berhak untuk mengatakan penyebar paham ini pun malah bertujuan melanggengkan dominasi ideologi mereka atas dunia sekaligus untuk menghambat suksesi menuju paradigma dan sistem dunia yang lain (Al-Wa’ie, oktober 2008).dengan begini berarti mencegah manusia untuk melakukan suksesi menuju sistem alternatif yang lebih baik. Berarti ini namanya pengelabuhan terhadap musuh. Yah, yah, pintar juga. Tapi perlu diingat, sudah fitrahnya bahwa suatu ideologi biar bagaimanapun tak akan bisa terhenti perjuangan penegakkannya meski dengan endemik semacam ini. To be continued..........









Sabtu, 13 Desember 2008

45 menit jadi anak terlantar


Hore2, kemarin kesampean juga hasrat gw jadi anak gelandangan alias jadi anak terlantar or anak jalanan yang kelayapan di jalanan yang magkring di emper toko yang lagi tidur alias tutup karena mang ujan nya deres banget. tentunya gw ga' sendiri, tapi ditemeni sohib gw yang setia. Gw makan, dy makan. Gw pulang sore dari skul dy juga, gw minum dy minum, gw kecemplung jurang, dy ga' ikutan. setia kan? he3.....

Huh hujan, gw seneng bgt ma hujan. Entah ini hanya sebatas pemikiran ilmiah gw yang tanpa dalil, atau orang lain pun berpikir demikian. Tapi yang pasti, hujan membuat pikiranku 100 eh 1000 kali lebih tenang n dingin.

Yah, memang Allah itu Maha Tahu akan hamba2Nya. Loe pasti tahu khan, duduk "klesotan" kaya' gini juga butuh nyali. "Berani malu". suer dech!!! Gw malu bgt sebenernya, dengan big bag warna pink n black punya kakak gw, baju pramuka, muka kucel, jadi pusat perhatian dech pokoknya.

Tapi buat gw,momen ini gw jadiin sebagai pengasah mental perjuangan. Gw harus ga' malu. mungkin konteksnya sedikit berbeda, tapi setidaknya gw boleh bilang " kalo duduk klesotan aja gw malu, trus gimana gw bisa menghadapi tantangan perjuangan ke depan?" . karena gw yakin, perjuangan ini butuh orang yang punya muka tebal. di tolak idenya jdi hal yang biasa, tapi kita harus tetep struggle.

Dengan bangga (tapi bukan ujub) gw mengatakan " here I'm. I've awaked" Ini saatnya gw bangkit dari kefuturan yang tlah terlalu lama. Saran Ridho Al-Hamdi tentang "hidup itu santai sajalah...." kali ini gw tafsirkan berbeda, karena memang ini perkataan multitafsir. Yanh kau benar akang Hamdi, Hidup? santai sajalah....Kalo dapat masalah pecahkan dengan kepala dingin, kalau lagi diserang amarah, cepet diguyur pake air dingin, kalau lagi gerah karena banyak masalah dikipasin aje biar dingin,,,,ya biar semuanya cooollllll

Gw yakin ga' ada yang sia2 di dunia ini. so, ga' ada kata terlambat untuk berubah. ya tho????

SO LET'S CHANGE THE WORLD!!!
Jumat, 12 Desember 2008

MASALAH KITA SERUMIT BENANG KUSUT


PART 2


KAPITALISMELAH AKAR MASALAHNYA!!

Ngomongin masalah ekonomi negara mah mang ga' ada abisnya. Belum lagi bicara tentang masalah para TKI yang ada di luar negri yang disiksa bahkan dibunuh. Yah itulah nasib orang miskin dinegri kita. Harusnya para TKI itu bekerja, bukan disiksa. pikir2, kenapa mereka ga' cari kerja di negri sendiri? Yang kata Koes plus,"Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman."
Ya karena cari makan dinegri sendiri itu susahnya minta ampun. Kenapa? Karena SDA dan alat produksi negara kita tidaklagi dikuasai pemerintah seperti yang tercantum dalam pasal 33 UUD 45, tapi oleh segelintir orang,para kapital.
Ya inilah inti dari sistem ekonomi kapitalisme. Yang kuat yang menang. Dimana tanda kuat tidaknya diukurdari seberapa kaya kita, seberapa banyak uang yang dimiliki seseorang.Akibatnya, uang hanya berkumpul dan berputar di sekitar orang2 kaya saja. Berbagai cara mereka lakukan untuk menjaga agar uang tetap berada di sekitar mereka.Misalnya mereka membuat perbankan dengan menerapkan sistem bunga, aneka portofolio sperti saham, obligasi atau danareksa. So, ga' aneh kalo AS sebagai pengusung ide ini mengalami krisis finansial, karena mereka (para kapital,red) hanya berkutat pada sektor non riil.
Dan karena dalam kapitalisme beranggapan bahwa problem utama dalam ekonomi adalah kelangkaan barang. Jadi solusi yang mereka tawarkan adalah produksi barangsebesar2nya. Sekilas problem dan solusi ini pas jika kita cocokkan dgn keadaan kita sekarang. Dimana dari fakta di lapangan, ketika gw denger berita di reportase pagi tadi, kelangkaan gas elpiji dan minyak tanah terjadi dimana2. Bahkan di Jebres, Solo, Jateng, warga rela antri muali dari jam 3 pagi untuk mendapat 1 liter minyak tanah namun dengan harga yang cukup tinggi, 6rb per liter. Di Indramayu, berupulh2 truk harus antri selama 3-4 hari untuk mendapat giliran pengisian gas. Solusinya, yang diberikan dirjen Pertamina, adalah pengadaan infrastruktur untuk pengolahan bahan bakar ini yang btuh banyak biaya.


Memang,sebuah sistem yang lahir dari ideologi buatan manusia tak akan mendatangkan berkah dan tak akan menjadi rahmatan lil'alamin, karena ide2 yang diusungnya dipengaruhi oleh kepentingan2 pihak tertentu.
Berbeda dengan Islam. Ia sebuah dien(ideologi dan agama) yang diciptakan langsung oleh Allah SWT yang merupakan pencipta manusia dan alamsemesta, jadi Dia tahu yang terbaik untuk ciptaannya.


Islam memandang bahwa masalah ekonomi adalah kekeliruan dalam pemanfaatan kekayaan dan pendistribusian barang. Sehingga sangat pas ketika diterapkan pada kondisi kita sekarang. Kelangkaan pupuk bukan berarti tidak adanya pupuk di pasaran tapi karena distribusi yang tidak merata. Kurang ikut campurnya pemerintah dalam bidang distribusi membuat barang di pasaran hanya beredar berdasarkan mekanisme pasar, persis sperti dalam sistem ekonomi kapitalisme.



Namun dalam islam negara punya andil yang besar dalam pendistribusian barang dan jasa sehingga tidak ada ulah spekulan di lapangan dan pedagang yang dengan tega menimbun suatu barang di gudang, sperti kasus kelangkaaan pupuk, yang ternyata ditimbun beratus2 ton di sebuah gudang. Terbukti, di daerah Temanggung Sebanyak 5,5 ton pupuk urea bersubsidi disita polisi dari sebuah truk di Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah, baru-baru ini. Berdasarkan pengakuan awak truk, terungkap pupuk akan dijual di Kudus dan akan diselundupkan keluar negri(liputan6.com/2-12-08). Dan anehnya kelangkaan terjadi saat akan panen. apalagi namanya ini kalau bukan karena permainan pasar?Mungkin kasus kelangkaan minyak dan elpiji pun tak beda jauh dengan kasus pupuk. Mengingat negara kita adalah tambangnya tambang. Kalo tambang kita abis, ga' akan ada perusahaan asing yg mw berinvestasi di negri kita, toh mereka ga' bodoh khan.Nah buktinya para investor tenang2 aja, kalem n diem2 aja tuh.
Dalam islam, negara memiliki pola pikir seperti ibu yang berpikir "keadilan" bagi anaknya. Negara sperti tukang batik, yang berpikir bagian mana yang belum di cat, berpikir pemerataan. Negara berpikir seperti wasit yang berpikir sanksi bagi pelanggar aturan.



Sempurna khan? Inilah islam, dengan segala kesempurnaannya, yang patut kita perjuangkan bersama2. Tapi gw miris juga kalo melihat banyak orang islam bahkan yang memproklamirkan diri sebagai aktivis tidak memperjuangkan islam sebagai sebuah DIEN, sebagai sebuah sistem hidup yang sempurna, malah yang lebih parah, ada sebuah partai islam dalamsebuah forum perdebatan mengatakan lewat jubirnya bahwa partai mereka hanya mengambil substansi2 islam saja, dan hanya menjadikan islam sebagai spirit perjuangan, dan tidak memperjuangkan islam sebagai sebuah sistem. ini partai abu2 namanya. Sadarlah Bung!!!!! Islam tak sedangkal yang kalian pikirkan. Ialah ideologi yang tlah membuat negara berjaya menjadi bunga dunia selama 13 abad.



So that's why, Sudah saatnya kita bergerak. JANGAN MW JADI ABU2. rasanya tersiksa jadi orang yang ga' punya pandangan hidup alias ideologi. Klo loe emang orang islam bilang aja "Saya orang islam" ga' perlu takut n malu karenamungkin orang disekitar kamu yang berideologi lain. Apalagi islam adalah sebuah agama dan dien yang sempurna yang diridhoi oleh Allah SWT.......

SELAMAT BERJUANG KAWAN!! DIMANAPUN KAU BERADA.

Masalah kita lebih rumit dari benang kusut


PART 1


Kemarin, rasanya lega banget. Kesampean juga hasrat diri ini untuk mejadi seperti anak badung, gelandangan yang kelayapan di jalan. Ga’ sendiri tentunya, tapi ditemenin ma sohib gw, yang selalu bareng klo kemana2. Ada gw pasti ada dy. Setia kawan dech pokoknya, gw makan dy ikut makan, gw minum dy ikut minum, gw nyemplung jurang dy ga’ ikutan. Setia kan? He3,,,,,sory pren!!!
Rasanya nikmat banget, duduk melantai di tengah derasnya hujan yang mengguyur kota kecil gw. Malu sech dilihatin ribuan orang yang berlalu lalang, sliwar-sliwer. Tapi buat apa gw malu, gw mah kaga’ nyuri kaya’ koruptor yang dah jadi pencuri tapi punya muka badak. Malah dalam pandangan gw sampah masyarakat bukanlah mereka para gelandangan dan para pengemis, tapi ya sang koruptor ini. Sampah yang yang dibersihkan.
Ngomong-ngomong soal koruptor, jadi kepikiran masalah negara. Terlalu hebohkah kita klo mikir masalah negara? Tegasly(adjective+ly adverb of manner= dengan tegas) gw bilang Cuma orang bodoh yang jawab iya. Cz what? Ya iyalah, gunanya kita yang muda2 ni dilahirkan adalah sebagai generasi penerus, penentu maju ga’ nya negara kita. Jadi, harus sejak dini kita paham problem yang dialami negara kita.
Gw mang anak IPA, tapi bukan berarti gw ga’ tahu permasalahan ekonomi negara kita. Meski gw bodo2 kaya’ gini, tapi tulisan ini patut loe (para pemuda pengganti tetua) pertimbangkan.
Hasil diskusi gw ma seorang calon ekonom ( NB; temen gw yang sekarang sedang menikamti duduk di kelas XII IPS) adalah perekonomian negara lagi ruwet, bro.
“Masalah kemiskinan tak kunjung selsai, penurunan harga BBM ga’ banyak pengaruhnya”, begitu katanya.
Tapi dasar pendidikan sekarang, ga’ memanusiakan manusia, murid2 Cuma dikasih tahu masalah yang ada tanpa diberikan solusi praktis, akibatnya temen gw Cuma bisa mengkritisi tanpa bisa memberi solusi. Jadinya ga’ heran klo banyak mahasiswa yang Cuma pinter demo and omdo (omong doank).
“ Masalah kita lebih rumit dari pada benang kusut”, katanya lagi.
Yah gw setuju ma kata2nya ini. Bayangin, harga kebutuhan pokok erus naik mengikuti kenaikan harga BBM dan elpiji. Gw jadi inget waktu hari raya kemarin, gw Cuma dapet 4 butir tomat yang ukurannya se bola golf tapi dengan harga 4rb rupiah. Wuzzz….
Biaya pendidikan pun terus naik. Ditempat gw sekolah, tiap tahun naik membentuk barisan yang sama dengan selisih . “Orang miskin dilarang sekolah”, itu ungkapan yang paling tepat buat keadaan sekarang. Buktinya, di Jabar 2,4 juta anak SD tidak bisa melanjutkan ke tingkat SLTP. Di bekasi 95943 murid sekolah negri terancam putus sekolah karena keluarganya tidak mampu membiayai. (Eko prasetyo, “ Orang Kaya di negri Miskin”, tempo 28-03-2005)
Ini baru sedikit bro,,,belum yang di Papua, Sulawesi, Sumatra selatan, dan daerha laen. Miris rasanya, mengingat dulu guru di Malaysia aja dari Indonesia. Tapi sekarang? Babunya yang dari indonesia.To be continued.......
Jumat, 05 Desember 2008

JANGAN JADI ABU2

dah berapa abad guys, gw ga' nulis?
sesuai apa yang ingin gw sampein, JANGAN JADI ABU2,gw sekarang ada di tempat yang penuh dengan orang yang abu2, bahkan membuat sy jadi abu2.
di sini hitam dicampur putih, tak ada yang berani mengatakan hitam adalah hitam dan putih adalah putih. huh semua orang bodoh dan terbodohi ada disini.
Saran buat kamu semua, jadilah orang yang berprisip ideologis, jangan sampai kau katakan sesuatu yang hanya teoritis kau sebut sebagai ideologi. bahkan kau tak tahu arti ideologi atau yang paling parah buat para orang yang memploklamirkan dirinya pejuang, tidak tahu kalau yang diperjuangkannya adalah ideologi hingga mereka menjadi penyebar virus abu2 dan kemunafikan yang malah menghancurkan perjuangan mereka sendiri.
Sayang, sy tak bw uang banyak, makanya cuma segini yg bisa terurai dalam halaman blog kali ini. Untuk selengkapnya, nantikan edisi selanjutnya. insyaallah mggu depan.


ya Allah satu hal yang ku minta buatlah aku kalah dalam lomba abu2 ini. Amin.
Beri saja hamba kemenangan dalam mengatakan putih mejadi putih atau hitam adalah hitam, jangan dalam hal yang abu2.
Jujur, Tuhan, sy takut selamanya sy akan seperti ini. sy mohon kabulkanlah.....


PESAN UNTUK SELURUH PEJUANG:
Jangan jadi abu2,,,perjuangkan ideologi ISLAM yang kalian emban,,,jangan bodoh dengan hanya menjadikannya sbg spirit gerak partai dan hanya mengambil substansinya saja.
Ideologi ini butuh aksi bukan teori.
untuk kawan seorganisasiku, tengoklah para musuh ideologis kita telah bergerak cepat menggulingkan kapitalis saat ini, maka dari itu janganlah kau hanya disibukkan oleh masalah klasik virus percintaan yang membuatmu terlena dengan perjuangan hakiki.

TUHAN, MENANGKANLAH DIEN MU SESUAI JANJIMU. AMIN.
Kamis, 04 Desember 2008

aku mw curhat


gw lg capek bro....



tapi gw kudu semangat.

ada 1 org aja yang menambah daftar orang yang capek dalam perjuangan ideologis ini bakal menghambat laju dakwah, right?



that's why, nuat loe2 yang lg nglokro, loyo plus slendro, buruan balik,,,,key????







bro, doain gw ya,,,,

mg2 gw kuat n bukan termasuk orang yang membuat hitam dan putih menjadi abu2.
Jumat, 14 November 2008

BUATAN SAPA SECH?


Langit mendung tak bersahabat. Hujan pun enggan menjadi kawan. Halilintar menciutkan nyaliku tuk melangkahkan kaki ke Surau. Ah! Betapa penakutnya aku. Hati ini pun serasa melegalkan hasrat untuk tidak bersembahnyang di masjid. HAH! DASAR SETAN! Enyah kau dari hadapanku!!!
Eh, sory bro. Bukan kamu yang gw suruh pergi. Jangan tersungging gitcu duonk. Si setan yang gw usir. Abis setan getiol banget ngebujuk gw buat menjauhi Sang pacar tersayang Allah SWT. Tapi gw gak bakal kalah getol dr pada si Ucok, eh maksud gw si setan buat ngebujuk loe semua ke jalan kebaikan yang diridhoi Allah SWT. Insyaallah.
Ok bro. today kita ga’ bakal ngomongin ttg syeh puji or Amrozi Cs. Tapi tentang Al-Qur’an yang menjadi pedoman sepanjang masa.
Pasti pernahlah di benak kalian berpikir apa benar Al-Qur’an itu dari Allah SWT? Yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW? Bisa aja kan ntu bikinan orang2 Arab.. Ya dan masih banyak lagi. Mungkin gw bisa bantu ngejawab pertanyaan2 ntu. Insyaallah.
Nah pada saat Ucok dibunuh,,,,Loh kok Ucok lagi? MAAF.
Maksudnya pada saat Al-Qur’an diturunkan sekitar 14 abad yang lalu, ada 3 realitas yang itu gak bisa dipungkiri baik oleh umat islam atau non islam. Pertama, waktu itu semua orang, baik orang kafir maupun muslim mengakui bahwa Al-Qur’an dibawa oleh seseorang yang bernama Muhammad. Tapi sech mang ada bedanya. Bedanya orang2 kafir mah ga’ percaya bahwa Al-Qur’an itu berasal dari Allah. Realitas yang kedue, anak2 TK aje tahu klo bahasa Al-Qur’an ntu dari dulu pe sekarang adalah bahasa Arab.Gak ada secuilpun yang pake’ bahasa Indonesia, bahasa jawa pa lagi bahasa hewan (embek…embek…hiik…hiik). Nah yang ketiga, sarana transportasi dan komunikasi pada saat itu sangatlah terbatas. Belum ada mobil, motor, sepeda apalagi kereta Shinkansen Jepang atau kereta Orient Express di Eropa. Jadi orang luar Arab yang mw masuk ke Arab sangat sulit. Oleh karena itu, interaksi antar orang Arab dan non Arab pun jarang terjadi. Jadi sgt kecil kemungkinan orang2 non Arab bisa menguasai bahasa Arab. Ketiga hal di atas tak terbantahkan lg.
So, take conclusion. Kemungkinan jawaban dari pertanyaan loe semua tentang dr mana Al-Qur’an Cuma ada tiga. Pertama, dibikin ma orang arab, kedua dibikin ma nabi muhammad, atau berasal dan dibuat oleh Allah SWT.
“Kita bahas satu persatu ya anak-anak. 3 + 3 = 6. Bagus. Kalau 5 x 5 berapa anak-anak?”
He3 sory salah ketik. Tapi gw Cuma keinget ma cerita adik gw. Katanya, naka-anak di kelasnya jadi serabutan. Lari kalang kabut. Saling memegang tangan dan kaki temannya. Bukan karena ada tsunami or gempa bumi, tapi karena sang guru memberi pertanyan berapa hasil 5 x 5. Gw tanya kok bisa? Dy jawab, klo 2 tangan dan 2 kakinya dijumlah gak cukup buat ngehitung hasil dari 5 x 5. jadilah para anak di kelas itu mendadak semua menjadi volunter alias relawan yang meminjamkan tangan dan kakinya. Maklumlah anak TK. Wah, baik ya?!
Ok, let’s back. Kita bahas satu per satu kemungkinan di atas. Yang pertama al-qur’an dibikin ma orang arab. Menurut loe gimana? Yak, bagus. Ga’mungkin. Cz Allah menantang orang-orang Arab untuk membuat semisal Al-Qur’an,tapi tak ada yang berhasil.
“Kalau demikian, datangkanlah sepuluh surat semisal dengannya(Al-Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja diantara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang orang yang benar.” (QS. HUD ayat 13)

“Dan jika kamu meragukan Al-Qur’an yang Kami turunkan kepada hamba kami (muhammad), maka buatlah satu surat semisal dengannya dan ajaklah penolong2mu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”(Al-Baqarah ayat 23)

Tapi gak ada yang bisa bro. Seperti yang telah di firmankan Allah dalam surat Al-Isra’ ayat 88. padahal puncak keemasan sastra Arab ada pada jaman jahili, saat Al-Qur’an diturunkan. Bahkan para mahasiswa sekarang yang masuk jurusan satra Arab, harus mempelajari sastra Arab jahili. Ini menandakan ketidakmampuan orang-orang Arab untuk membuat jenang dodol, eh maksud gw Al-Qur’an.(Sory, gw lagi laper, ada yang mw sedekah makanan?) Kalaupun ada jaman sekarang yang bisa membuat semisal Al-Qur’an dan bisa dikatakan perfect, itu bukan berarti karena kemampuannya dalam membuat al-qur’an tapi karena gak ada sastrawan sehebat gw, eh maaf mksdnya sehebat sasTrawan di jaman Arab jahili.
Ok, menginjak acara yang kedua adalah materi inti yang akan disampaikan oleh gw sendiri tentunya.(he3 gak usah bengong, gw mang rada eror, cz bis ini gw harus jadi pembawa acara kajian ibu-ibu. He3.tengsin gw. Takutnya ntar ada ibu-ibu yg mw jadiin gw mantunya. Ah so sweet).
Fokus. Maksudnya kita bahas kemungkinan yang kedua. Yaitu, Al-Qur’an dibuat oleh Nabi Muhammad SAW. Nah, coba kita telusuri. Muhammad adalah orang arab. Padahal seluruh orang arab telah ditantang oleh Allah untuk membuat semisal Al-Qur’an,untuk ngebuat 1 ayat aja, tapi mereka ga’ bisa. Lantas gimana degan nabi muhammad? Same aje kaleee. Dan juga gaya bahasa Yang digunakan nabi Muhammad sgt jauh berbeda dengan gaya Bahasa Al-Qur’an. Dalam satu waktu nabi Muhammad menyampaikan ayat suci al-qur’an kemudian menjelaskannya dengan haditsnya. Pa mungkin bisa. Orang batak mah gak bakal bisa niru logat orang jawa pa lagi orang solo dengan sempurna meski si batak tinggal di jawa lama sekali. Pa lagi nabi Muhammad adalah orang yang tidak bisa menulis dan membaca. Lalu bagaimana bisa membuat Al-qur’an?Loe bisa khan ngebedain bahasa antara hadits nabi ma Al-Qur’an? Wah gazwat dech klo gak bisa. Gak pernah baca hadits ma Al-Qur’an ya? Ya dech klo jarang, diseringin ya, mumpung baca al-Qur’an gak ditarik bayaran alias gratis and gak diancam pake’ bom kaya’ saudara2 kita di Palestina.:-)
Balik ke pokok pembicaraan. Jadi tinggal satu choice. Al-Qur’an itu diciptakan oleh Allah SWT. Gak ada kemungkinan lain bro. Sang tokoh sastrawan Arab Walid bin Mughirah berstatement(wuih sok inggris,padahal gw abis dimarahin ma guru bhasa inggris):
“ Aku adalah orang yang paling tahu tentang syair Arab. Tak ada yang lebih pandai dari pada tentang hal itu dari pada aku. Sungguh apa yang dibaca Muhammad itu bukanlah ucapan manusia, tak ada yang lebih tinggi daripadanya.”
So, moga2 loe pada percaya 100% klo Al-Qur’an benar2 berasal dari Allah SWT.Apalagi banyak penjelasan dari Al-Qur’an 14 abad silam, kini satu per satu tebukti. Contohnya, cara membentuk kite, alias membentuk manusia saat di dalam rahim.
(QS. Az-Zumar ayat 6, QS. Al-Mu’min ayat 12-14)
Dijelskan dalam Al-Qur’an bahwasanya ratu lebah betinalah yang mengumpulkan sari-sari bunga dan dia pulalah yang menghasilkan madu.
(An-Nahl ayat 68-69)
Dan masih banyak penjelasan lainnya. Nah klo dah tahu kenyataan bahwasanya Al-Qur’an diciptakan oleh Allah SWT dan meyakininya, trus kita kudu gimana?Apa cukup Cuma percaya and yakin doank? Wah, parah dunk klo Cuma gitu. Klo kita dah yakin, percaya, mengimani,maka kita harus semaximal mungkin melaksanakn apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam al-Qur’an. Gak ada alasan buat kita untuk tidak menjalankannya. Karena yah loe tahu sendiri bro, dosa klo meninggalkan kewajiban kite. Nah, bai yang merasa belum maksimal dalam menjalankan kewajibannya, segera disempurnakan. Kewajiban sholat lima waktu, memakai jilbab dan kerudung ketika keluar rumah and dideapn org yang bukan mahramnya, berdakwah sunguh-sungguh, puasa ramadhan, berjihad di jalan Allah, berjuang menegakkan syari’at islam, dkk. Setuju? Ok, selamat memperbaiki diri.





NB:
Hanya keledailah yang jatuh dalam lubang 2 kali.
Ada saran,kritik,pertanyaan?
Silahkan cantumkan dalam windows comment atau silahkan hubungi no paling hot sedunia 085259727746.
Jumat, 07 November 2008

Hanya Iman, Impian dan CintaLah yang membuat kita bertahan

Hanya Iman, Impian dan CintaLah yang membuat kita bertahan

Rasa lelah seringkali datang. Slalu dan selalu saja datang menggoda. Ini hal wajar karena kita memang manusia. Aku sendiri saat menuliskan tulisan ini, pun merasakan kelelahan itu. Sekali lagi kukatakan itu hal yang wajar.
Bahkan kekecewaan dan keputusasaan pun adalah hal yang wajar, sekali lagi ini tak lain karena kita memang manusia. Mungkin berkali-kali kita dirundung masalah dan perkara2 pribadi maupun yang lainnya yang membuat down dan jatuh. Jatuh, bangun dan jatuh lagi. Beginilah kita: Manusia..! Kita lemah dan membutuhkan..
Namun, terlalu lemah dan tolol, jika kita pasrah dan menyerah begitu saja. Apalagi hingga keluar dari jalan yang telah kita yakini tuk diperjuangkan. Sebuah jalan hidup-mati sebagai manusia2 yang meyakini Keagungan Islam untuk berkuasa. Ketahuilah, di tiap masa, di tiap waktu, di tiap fase akan ada para pejuang yang merasa lelah, namun jika kelelahan itu dikarenakan karena keistiqomahan mereka dalam mempertahankan dan memperjuangkan mabda maka DIA (Allah Swt.) akan menguatkan mereka kembali dan itu menjadi nikmat yang tak terkira dalam perjuangannya. Lebih nikmat dari kelelahan saat mendaki gunung dan tiba dipuncaknya, ya lebih dari itu, sungguh kenikmatan yang sangat. Tapi ketika kelelahan itu dikarenakan oleh dunia (materi), maka ketahuilah, akan ada orang2 lain yang siap mengganti tuk melakukan perjuangan ini. Karena dalam kehidupan ini, pada masa apapun itu, tak kan hilang pejuang yang teguh mempertahankan mabda suci ini. Ikut dan tidaknya kita dalam perjuangan ini, kereta mabda akan terus melaju menuju sorga. Jika ingin ikut maka kejarlah.
Memang benar kita tidak menjalani hidup hanya untuk hari ini saja, karena kita juga memikirkan esok dan juga sesekali mengenang hari2 kemarin. Beginilah realitas kita sebagai manusia. Karena kita selalu menginginkan yang terbaik tapi tidak dapat kita pungkiri bahwa kelelahan juga adalah suatu keniscayaan ---keniscayaan yang hadir saat kita hidup. Kita tidak tahu hari esok seperti apa yang akan kita jalani. Teka-teki yang memang misteri buat kita. Maka menetapkan diri dengan mabda adalah hal yang HARUS.
Hirata sedikit mengajarakan kembali kepadaku tentang luar biasanya para manusia pemimpi. Dimana saat kelelahan itu datang, mimpilah yang menjadi spirit pembangkit. Dia yang menjadikan tubuh semangat tuk berdiri. Mimpilah yang mengubah keluh menjadi tekad, pesimis digulung oleh rasa optimis, semangat dan berseri selalu air mukanya. Begitulah manusia2 pemimpi ---masih menurut hirata.
Kawan, kita bukan hanya memiliki mimpi. Kita memiliki iman. Kita memiliki cinta. Adakah yang lebih baik dari itu: iman, impian dan cinta?
Tidak kawan, tidak ada yang lebih berharga dari ketiga itu di dunia ini. Dan itulah yang membuat kita bertahan tuk menjalani hidup yang kebrengsekannya telah sangat memuakkan. Hanya itulah obat bagi kita saat dahaga penuh kelelahan dan keluahan2 yang menghampiri. Kukatakan sekali lagi. Iman, Impian dan Cintalah yang membuat kita bertahan hidup. Itu yang membuat hidup begitu berharga tuk dijalani. Yang membuat kita rela tuk mengorbankan tenaga, pikiran, harta bahkan nyawa.
Keceriaan?? Apalah itu.. penulis sendiri kurang memperdulikannya. Tapi, dengan Iman, Impian dan cinta. Rasa itu bisa ditemukan. Seseorang pernah mengatakan hal ini ke penulis. Dan kukatakan lagi kepada kalian kawan bahwa, “Demi Alloh, aku (penulis) tak akan berhenti tuk memperjuangkan semuanya itu., Hidup ato mati…!!”.. Hidup terlalu singkat tuk dijalani, waktu berlalu begitu cepat. Namun, alangkah bodohnya kita jika semuanya sia-sia begitu saja.
Perjuangan ini memang berat.. tak mudah untuk kita menjalaninya. Tapi, dengan Iman, Impian dan Cinta tak kan ada yang sulit. Tak akan ada yang bisa menghentikan kita tuk terus dan terus berjuang. Inilah perjuangan kita kawan. Perjuangan memegang bara api. Panas melepuhkan kulit tapi itulah cahaya yang akan menjadi penerang. Begitulah pengorbanan yang menuntut kita tuk mengambilnya. Sungguh, perjuangan ini tidak boleh sia-sia. Tak ada basa basi, tak boleh ada keragu-raguan, tak ada diam, tak ada kompromi, tdk ada ukuran untung-rugi dalam perjuangan ini. Karena semua hanya berpangkal pada mabda. Dan semuanya karena Iman, Impian dan Cinta.
Hidup pasti akan Mati. Namun, matinya orang yang punya Iman, Impian dan Cinta tidaklah sama dengan matinya orang kebanyakan.Sungguh jangan menggadaikannya dengan hal2 rendah bin hina yang lain.. JANGAN gadaikan perjuangan kita kawan...Membajak potongan puisi Gie.. “Kita begitu berbeda dalam semua, Kecuali dalam Iman, Impian dan Cinta”.
Utk kalian kawan.. yang buat hidupku indah dan ramai. Serta, hanya karena Iman, Impian dan CintaLah yang buatku bertahan tuk menjalani hidup. Semoga Sorga-Nya mempertemukan kita kembali.
Ipank CEria
-si Brengsek yaNg tak pernah berhenti tuk memaknai

CATATAN TERAKHIR

Catatan Terakhir


Terjagalah dari segala maksiyat
Dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat
Disatukan dalam karunia yang suci bersama jiwa2 yang slalu haus akan ibadah dan penuh harga diri
Ini bukan cerita Cinderella, bukan juga patah arang cinta buta Siti Nurbaya
Tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur
Dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketaqwaan yang sangat mendalam
Bersemi dari pupuk akhlak yang hebat
Berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat
TIDAK!
Ini tak kan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta yang buta oleh warna-warni dunia yang fana
Ini hanya untuk mereka yang slalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya
Keteladanan abadi dalam harum kesturi dan buah ibadah
Dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah
Untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan
Dan hanya mau mencium atas dasar kemurnian kita berkata cinta
Karena bukan apa dan siapa dan bagaimana, tapi luruskanlah dalam wangi surga
Karna apa sebenarnya kita berkata cinta

Hingga rambut kita memutih
Hingga ajal kan datang menjemput diri ini

Inilah cinta sejati yang tak perlu kau tunggu tapi dy tumbuh bersama doa malam yang teduh
Tidak tersentuh oleh mata dunia yang palsu
Petunjuk yang slalu datang dari ruang para malaikat yang sanggup melihat tak kenal pekat tak lekang oleh zaman
Karena kecantikannya tersimpan di hati dalam pesona yang slalu menjaga jiwa
Yang menjadikan dunia menjadi surga sebelum surga sebenarnya
Yang membuat hidup lebih hidup dari hidup sebenarnya
Seperti sungai yang mengalir
Bening airnya artikan keseimbangan syair
Yang satukan 2 perbedaan dalam ikatan untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan
Kelebihan sebagai kekuatan
Lalu saling mengisi seprti matahari dan bulan
Dalam kesetiaan ruang kesolehan dan kasih sayang bagi sejarah penutup halaman terakhir perjalanan para ksatria sastra jihad dan dakwah
Tercatat dalam untaian rahmat, berakhir dalam catatan terakhir yang mulia
Digariskan hanya dengan ketetapan Allah SWT



NB:
Created by Thufail Al-Ghifari
buat semua kawan setia perjuangan

KETIKA SANG PUTRI BICARA


Aku….
Asyik mengejar capung berlari
Meloncat menggapai helai daun padi
Merunduk mematahkan batang tebu
Yang tegak malu

Aku…
Nyaman menyandar punggung jagung muda
Yang mengalun sendu
Yang hangat dengan selimut angin lembut

Dan aku.
Tertidur.

Gimana abis baca puisi gw? Kebayang lagi dmn? Lho? Kok kaga’?
Ok..ok..gw emang g ak jago buat puisi, jadi ga’ bisa buat kalian ngebayangin situasi dalam puisi itu. Tapi jangan parah-parah ya, sampe’ ga’ ada bayangan sama sekali.
Itu puisi yang gw buat waktu gw lagi semedi di sawah. Semedi di sawah? Yup. Temennya banyak banget. Ada semut, capung, belalang, dan yang paling ngegemesin, cacing ku tersayang.
Di tengah-tengah semedi gw jadi inget kata-kata Andrea Hirata: “
Oleh karena itu, semedi itu gw perdalam, karena gw yakin pasti ada hikmah dibalik semedi ini. Ya, dan benar. Waktu itu gw amati si UCOk. Loh????? Maksudnya padi-padi punya pak Tani, tebu-tebu yang batangnya terus tinggi, jagung-jagung yang udah siap panen, lihat semut mati kepencet alias kepites tangan gw (gw ga’ sengaja lho!!)
Waktu itu gw garuk garuk dengkul, kagum dengan kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa.’_’
Mengatur sedetailmungkin setiap daur kehidupan di dunia ini. Mengatur proses pematangan padi, mengatur peninggian batang tebu ma jagung yang siap panen, mengatur metabolisme di tubuh semut yang ga’ sengaja gw pencet tadi. Bukan sok biologis, tapi bloon-bloon gini gw juga biologiholic lho. Baru aja gw pelajari proses metabolisme makhluk hidup, mulai dari anabolisme, katabolisme, daur krebs, kemosintesis, wah ribet dech. Puyeng gw.
Ok, stop ngomongin biologi. Puyeng gw saking holicnya. Jadi gene, hasil dari semedi gw adalah, susah mendefinisikan arti hidup. (merasa ga’ nyambung? Ya disambungin aje) Tul ga’? Mungkin menurut loe, Life is choice, hidup itu ga’ mati, hidup itu perjalanan menuju kematian, atau bagi yang biologiholic kaya’ gw bakal berpendapat Hidup itu bernafas, bergerak, berkembang biak, menerima rangsang, berekskresi.Dan masih banyak definisi yang lain. Tapi satu hal, hidup itu mudah bahkan teramat mudah dirasakan, semudah mencium aroma sedap dari kentut kuda.tul ga’?
Belalang yg lagi loncat yang gw lihat (ga’ capek ya?!) berarti dy hidup, beda ma semut yang kepencet tangan gw yang segede palu godam. Bararti secara biologis, tuh makhluk yang bergerak, bernafas, berkembang biak ntu hidup. (Wah mulai kumat dech holic gw)
Kalau dipikir-pikir neh, sama dunk manusia ma belalang atau hewan pada umumnya? Sama-sama bergerak, sama-sama bernafas, sama-sama tidur klo capek, sama-sama haus kalo minum, sama-sama lapar kalau makan. Wah apa itu berarti teori Darwin tentang asal kita kera itu bener ya? Kita hewan dunk? (Kita? Darwin aja kaleeee,,,gw NGGAK!!!)
Oya, hampir lupa,loe semua pernah denger tentang kota Hiroshima dan Nagasaki? Yak, 100. tapi minus sratus. Masak loe bilang itu tempat kelahiran gw? Bukanlah..gw mah orang jawa tulen. Itu loh,kota di Jepang yang di bom ma Amerika. Anehnya pas semedi gw kepikiran 2 kota itu. Kepikiran situasi saat itu. Ga’ ada toko yang buka, ga’ ada pabrik yang beroperasi, rumah pada hancur, banyak yang mati, ga’ ada interaksi satu sama lain,,,wuzzzzzz Nah, keadaan kaya’ gini bisa juga disebut mati. Tapi mati secara sosiologis. Karena arti hidup secara sosiologis adalah adanya interaksi yang terjadi antar manusia. (Wah! Gw pake dasar secara sosiologis. Apa kah ini berarti gw beralih fungsi jadi sosiologiholic? Tunggu tanggal mainnya)
Nah, berarti gw yang lg bersemedi bisa dibilang mati, secara sosiologis. Karena gw ga’ berinteraksi ma org laen. Dalam hal ini, lagi-lagi gw temuin antara manusia dan hewan sama. Sama-sama berinteraksi dengan sesamanya. Gajah membentuk populasi semut, eh populasi gajah mksdnya. Singa berinteraksi dgn singa. Jangan2 kita memang hewan nih? Gimana ga’?si Cemot induk kucing gw yang baru lahir, Cemit, sayang banget ma anaknya. Ibu gw jg sayang banget ma gw, yah meskipun beliau udah meninggal. Gw jadi takut sendiri.
Tapi ga’ usah risau. Gw temuin bedanya. Ya, loe pasti tahu. Kita (kita disini manusia lho, bukan hewan) punya akal, guys. Hore…hore…. Tapi ada kabar buruk, kita masih belum bisa lepas dari status kehewanan kita. Ya, daalm hidup ini manusia dan hewan sama. Sama-sama bergerak, bernafas, berkembang biak, menyayangi anak, berinteraksi,dkk. Bedanya, hewan itu ga’ ada yang seperti manusia. Ga’ ada hewan yang punya akal. Tapi, manusia ada yang seperti hewan karena akal yang dia punya ga’ dipake. Hewan itu makan, minum, kawin, karena maunya sendiri. Akibatnya kucing gw si Cemot punya laki-laki simpanan lebih dari satu, jadi ga’ jelas dech bapaknya si cemit sape,(NB: laki-laki simpanan disini juga dari bangsa kucing bukan bangsa jin)Gw heran ma Cemot, ga’ bingung pa nanti pas ijab qabul anaknya? He3.
Nah, kaya’ yang udah gw sebutin di atas, manusia itu ada 2 tipe. Ada yang bertindak sesuai apa yang diperintahkan Allah SWT, tapi ada yang kaya’ hewan, yang berbuat semau nya aja. Jadi, uat kalian yang masih bertindak “semw gw”,tanpa melihat itu halal atau haram, ga’ ada bedanya ma hewan. Singa kalau mau makan daging babi ga’ bakal mikir tuh babi halal ape haram ye dalam islam.(NB: Singanya singa betawi). Kalau kita waktu mw makan g mikir tu halal pa haram, tu makanan punya sapa, kaya’ singa dunk? Ada lagi, balik ke si Cemot. Ketika si Cemot mw berselingkuh ma pejantan tangguh yang laen dia ga’ bakal mikir eh zina itu haram, jadi ga’ boleh berhubungan sebelum nikah. Padahal hewan kalau mw berhubungan ga’ pake’ nikah dulu. Jadi para wanita dan para lelaki yang berhubungan sebelum nikah kaya’ si Cemot dunk? Uh, enak aja,,,Ada juga si Cemot lebih tinggi derajatnya ma mereka yang berzina. Kesenengen mereka yang bermaksiyat disejajarin ma kucing gw yang imut-imut yang sekarang lagi jalan-jalan ga’ tahu kemana. Karena Allah berfirman:
“Dan sungguh akan kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami( ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, Bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”(Al-A'raf ayat 179)
Menurut Imam Ibnu Katsir,seorang ahli biologi, eh bukan – bukan maksud gw ahli tafsir ternama, ayat ini menyatakan bahwa Allah menyediakan neraka jahanam bagi kita yang kaya’ hewan. Kita punya akal tapi gak dipake’ buat mikir. Punya mata gak dipake’ buat melihat kekuasaan Allah SWT, malah buat nglirik sana sini pas ujian, ato pas ada co or ce cakep lewat di depan dengkul. Punya telinga tapi gak buat dengerin ayat suci Al-Qur’an n yang baek2.
Buat para cewe’:
“………Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka….” (Al – Ahzab ayat 59)
“……Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…..” (An-Nur ayat 31)
Jadi buat para cewe’ yang klo dibacakan ayat di atas loe gak pake’ akal buat memahami ayat di atas, bahkan gak melaksanakannya, misal diberitahu untuk pake jilbab=baju kurung yang biasa disebut jubah or gamis, ma diberi tahu pake kerudung itu wajib tapi gak melaksanakan maka kite2 gak ada bedanya ma si Cemot. Cemot mah gw pakein kerudung malah menggunakan cakar tajamnya buat mengelus pipi gw. Nah loe yang nyakar kaya’ Cemot, y kagak ada bedanya deh ma dy.Iya pa ga’? Kambing itu klo disodorin ayat Al-Qur’an paling Cuma embek….embek…. doank. Klo dah gini, apa bedanya ma hewan?
Buat para cowo’ (cewe’ jg bisa)
“Dan janganlah kamumendekati zina. Sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(Al-Isra’ ayat 32)
Kok abis baca ayat ini loe masih mendekati zina,palagi sampe’ pacaran, berdua-duaan, palagi pe berzina, pa bedanya kambing tetangga gw ma loe???
Malahan lebih pinter kambing ntu. Pas tetangga gw nyuruh dy balik ke kandang, dy langsung nurut. Lah manusia? Disuruh mentaati aturan Allah, kagak mw!!!
Trus gimana ma pacaran islami? He3, asal loe tahu kaga’ ade tuh istilah dalam kamus islam. Tapi bolehlah pacaran, tapi ada dua syarat. Pertama, Allah SWT kagak tahu, yang kedua loe dah married.
Ngomong2 soal pacaran islami, ada beberapa kenalan gw yang bisa dibilang aktivis dakwah gitulah, jg berdalih pacaran dengan pacaran islami. Huh, bete gw.

Oya pren, ingat nasihat gw. Jangan marah kalo ada yang bilang:
“ihhh…..kaya’ kambing gak pake kerudung”
“Ih….kaya’ anjing berhubungan di luar nikah”
“Ih…kaya’ kucing, bukan mahramnya dibelai-belai.”

Jangan marah! Harusnya bersyukur, karena gak ada satupun kambing, anjing, atau kucing yang masuk neraka. Tapi kita ada 2 masalah. Yang pertama, kita masih kaya’ kaya’, kaya’ kucing atau kaya’ anjing. Berarti kita tuh manusia yang bakal masuk neraka. Yang kedua, bahkan Allah mengatakan bahwa kita-kita ne yang gakmelaksanakan perintahNya. Itu lebih sesat daripada hewan. Padahal sebinal-binal hewan, gak ada yang homo, lesbi, ato yang mutilasi saudaranya. Berarti yang gak taat ma aturan Allah lebih sesat daripada hewan, dan neraka jahanam tempatnya.

Ah udah ngomongin hewan nya, gw jadi takut sendiri. Loe gimana? Gak takut? Loe gak takut masuk neraka geto?
Ha? Gak?!
Wah hanya Allah yang bisa membukakan pintu hati kita semua. Jadi guys, biar kita gak kaya’ hewan n gak jadi penduduk abadi neraka jahanam, kita harus pake’ akal, hati n pikiran juga kelima indra kita untuk mendengar, melihat memahami, dan melaksanakan perintah-perintahNya. Cuma itu satu-satunya jalan biar kita gak kaya’ hewan, dan yang penting biar qt gak masuk neraka. Jadi buat loe yang 100% cewe’ yang belumpake’ jilbab ma kerudung, buruan pake’, gw jamin gak ada kambing yang nyamain loe dech. Buat loe yang belum jadi pejuang agama cepetan jadi tentaraNya, jadilah pejuang-pejuang yang setia pada pencipta.
Buat kalian yang belum putus ma pacarnya, cepet diputusin. Gak usah pake’ mikir lama. Ntar dosa loe makin banyak, udah dech, dach cukup banyak dosa kita dari berbuat curang waktu ulangan, mencontek dkk, jgn tambah lagi. Gak usah pake’ acara nagis segala klo mw putus ma pacar loe, baru mw putus ma pacar loe, coba kalau putus ma nyawa loe, kaya’ Suzana loe nanti, beranak dalam kubur. Eh maksud gw menangis dalam kubur.

Yang jelas perintahNya bukan pake’ jilbab or kerudung aje, ato larangan mendekati zinaaje, tapi masih banyak. Lu mw tau apa aje?Yah kuncinya kita kudu belajar, cz hukum belajar agama itu fardhu ‘ain,HARUS. Gak da yang perlu ditunggu lagi. Sesungguhnya manusia hanya diciptakan untuk menyembah pada Allah. That’s why ini saatnya memploklamirkan :
“HIDUPKU UNTUK ALLAH. HIDUPKU UNTUK IBADAH.”



NB:
Sory bro,klo kata2 gw pedes(padahal gw gak suka yang pedes2).Jangan negative thinking. Gw mang orgnya kaya’ gini. Muga-muga aja gen cewe gw gak termutasi ye…..
Silahkan hubungi gw klo ada kritik, saran n pertanyaan jg pernyataan.